Dalam Cahaya Yang Redup
Lelaki itu sedang berpetualang mencari sebuah roman
dan dia berhenti sejenak di sebuah persinggahan
di sana dilihatnya seorang teman sedang menatap sebuah kaca
namun remang-remang karena tak cukup di hadiri cahaya
dan dia berhenti sejenak di sebuah persinggahan
di sana dilihatnya seorang teman sedang menatap sebuah kaca
namun remang-remang karena tak cukup di hadiri cahaya
Lelaki itu pun menghampiri temannya
Menawarkan lilin-lilin kecil yang dia tahu tak cukup benderang
Sang teman menatapnya sejenak dan bertanya,
Mengapa kau memberiku lilin-lilin ini ketika aku ingin terpejam untuk selamanya…
Menawarkan lilin-lilin kecil yang dia tahu tak cukup benderang
Sang teman menatapnya sejenak dan bertanya,
Mengapa kau memberiku lilin-lilin ini ketika aku ingin terpejam untuk selamanya…
Lelaki itu hanya tersenyum dan berkata,
Karena hanya ini yang aku punya agar kau bisa mengintip indahnya dunia
Namun jika tak cukup terang maka cobalah tuk melihat indahnya ciptaan-NYA
Yang sedang kau lihat terperangkap di dalam kaca
Yang menunggu raut mukanya dirubah menjadi bahagia
Yang menunggu parasnya di isi senyum yang dulu pernah ada
Oleh pemilik jiwa yang sedang termenung di hadapannya
Karena hanya ini yang aku punya agar kau bisa mengintip indahnya dunia
Namun jika tak cukup terang maka cobalah tuk melihat indahnya ciptaan-NYA
Yang sedang kau lihat terperangkap di dalam kaca
Yang menunggu raut mukanya dirubah menjadi bahagia
Yang menunggu parasnya di isi senyum yang dulu pernah ada
Oleh pemilik jiwa yang sedang termenung di hadapannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar